Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

1. Konsep Lokasi Dalam Bauran Pemasaran

Menurut Philip Kotler distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Sedangkan Boom dan Bitner (dalam Dias & Shah, 2009:318), mereka menyebutkan bahwa lokasi pemasaran, terdapat beberapa pemain yang terlibat di dalamnya, yaitu marketing intermediary, channel of distribution, agen atau broker, wholesaler dan retailer, serta logistik dan transportasi.

2. Kriteria Daerah Kinerja Yang Positif Untuk Pemasaran

Kinerja pemasaran dipengaruhi oleh inovasi dan orientasi kewirausahaan secara langsung, dan secara tidak langsung melalui keunggulan bersaing. Bila inovasi semakin meningkat, maka keunggulan bersaing semakin meningkat, artinya peningkatan keunggulan bersaing dibangun oleh indikator-indikator inovasi yang mencakup: kultur inovasi, inovasi teknis dan inovasi produk. Berikutnya, bila orientasi kewirausahaan meningkat, maka keuggulan bersaing semakin tinggi, artinya peningkatan keunggulan bersaing dibangun oleh indikator-indikator orientasi kewirausahaan yang mencakup: pengalaman berusaha, proaktif, cenderung berani mengambil resiko, fleksibel dan antisipatif. Kepadatan penduduk mempengaruhi kinerja pemasaran karena semakin banyaknya masyarakat maka lebih memudahkan pempromosian barang yang di produksi.

3. Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 Dalam Kegiatan Pemasaran 

Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

  1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja
  2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran
  3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
  4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat
  5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
  6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja
  7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
  8. Mencegah dan mengendalikan  dan keracunan.
  9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
  10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
  11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
  13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
  14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
  15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
  16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
  17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
  18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

4. Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Menurut Nitisemito, saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen, Menurut Walters dalam Dharmmesta, saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu, sedangkan menurut Warren J.Keagan, saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industry.

Kegunaan atau fungsi utama saluran distribusi antara lain:  adanya informasi yang didapatkan agar saluran pemasaran dapat berjalan sesuai yang di harapkan  informasi, promosi, negosiasi, pemesanan, pembiayaan, pengambilan risiko, fisik, pembayaran, dan kepemilikan (Kotler, 2002).

5. Tipe-Tipe Distribusi 

             1. Distribusi dari Produsen ke Konsumen 

Jenis distribusi dari produsen ke konsumen adalah jenis saluran distribusi yang paling pendek dan sederhana karena tanpa ada perantara di dalamnya. Seringkali, produsen akan menjual barang atau jasanya kepada konsumen dengan mendatangi langsung ke rumah konsumen. Itulah mengapa, jenis saluran ini sering disebut dengan alur distribusi langsung. 

2. Distribusi dari Produsen ke Pengecer ke Konsumen

Di jenis distribusi ini, produsen hanya berperan sebagai pihak yang melayani penjualan besar dan melakukan distribusi ke para pedagang pengecer sehingga mereka tidak melayani penjualan pada konsumen akhir. 

3. Distribusi dari Produsen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen

Sistem ini mirip dengan jenis saluran distribusi yang telah dibahas sebelumnya, namun kini produsen hanya melayani penjualan dengan skala besar kepada pedagang besar saja dan tidak menjualkan produk atau jasanya pada kepada pengecer seperti jenis distribusi di poin kedua.  

4. Distribusi dari Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen

Jenis saluran yang satu ini, produsen memilih menjualkan produknya kepada agen sebagai penyalur. Kegiatan perdagangan besar dalam proses penjualan oleh produsen hanya dilakukan kepada para agen saja dimana kemudian, agen akan melakukan penjualan kepada pengecer besar. 

5. Produsen ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen

Jenis yang satu ini layaknya kombinasi dari jenis saluran distribusi sebelumnya. Produsen akan menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan produk dan jasa kepada pedagang besar. 

Selanjutnya, barang akan dijualkan kepada para pengecer, sehingga konsumen dapat menikmati produk dari pengecer atau toko kecil.

 

6. Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Efektifitas mempunyai pengertian yaitu menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan atau dengan kata lain efektif dapat diartikan sebagai hasil yang diharapkan, semakin besar hasil yang diraih berarti semakin menjadi efektif. Untuk dapat mengetahui tingkat efektifitas antara saluran distribusi langsung dengan saluran distribusi tidak langsung, dapat dengan membandingkan biaya distribusi yang dikeluarkan dengan volume penjualan yang dihasilkan Suara Merdeka. Apabila hasil yang diperoleh dari pembagian biaya distribusi dengan volume penjualan didapat jumlah yang besar, maka saluran distribusi tersebut tidak efektif. Karena hal tersebut berarti untuk melakukan penjualan tiap eksemplar dibutuhkan biaya yang besar.

Upaya pengendalian saluran distribusi

- pernyataan tugas selama proses distribusi produsen 

- pernyataan masalah dihadapi oleh produsen adalah masalah bagi produsen

- pernyataan produsen uang mau memberikan garansi ke para penyalur

- pemberian intensif

7. Managemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

 Definisi konflik adalah sikap saling mempertahankan argumen masing-masing antara 2-lebih  kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama.

Penyebab Konflik : 

- Batasan pekerjaan yang kurang jelas 

- Adanya hambatan komunikasi 

- Adanya tekanan pada waktu saluran

- Standar, peraturan dan kebijakan yang sedikit banyak kurang masuk akal

Pengelolaan Konflik Disiplin:
- Mempertahankan sikap disiplin dapat digunakan untuk  mencegah terjadinya konflik 

- Komunikasi

- Mendengarkan secara baik 

 

Komentar

Postingan Populer