TUGAS UAS

Artikel ini dibuat guna memenuhi tugas UAS Managemen Pemasaran

Dengan komoditas yang di usahakan adalah beras merah organik yang mempunyai omzet sebesar 1 milyar rupiah pada bulan Januari 2021

Nama manager : Hanifah Febryanti

Didirikan pada tahun 2015

 

MANAGEMEN PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK 

Analisis STP

1, Segmenting

    Dengan itu dapat dikelompokkan orang-orang dengan kebutuhan dan karakteristik mengkonsumsi beras merah, sebagai berikut

- Perilaku, segmen pasar beras merah dikonsumsi bagi orang yang ingin menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi beras merah, seperti sedang menjalankan program diet, dan lain-lain

- Demografis, kebanyakan orang yang mengkonsumsi beras merah berkisar dari umur 19-30 tahun keatas, jenis kelamin laki-laki dan perempuan 

- Geografis bisa di pasarkan ke domestik maupun mancanegara 

2. Targeting,

    Lokasi pertama yang dituju untuk proses pemasaran beras merah ini di swalayan, toko-toko beras. selanjutnya adalah pasar mancanegara karena produk yang saya miliki ini sudah aman, dengan target pengkonsumsi masyarakat menengah keatas dan konsumen yang memiliki keinginan tinggi untuk hidup sehat.

3. Positioning,

    suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk merancang produk serta bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan dalam benak konsumen.

- melakukan inovasi baru yang bisa menarik hati konsumen

- membuat produk yang mudah diingat konsumen

- meningkatkan pada aspek keunggulan produk 

- memilih strategi bersaing

Bagi sebagian orang beras merah dianggap tidak berpengaruh bagi kesehatan, namun faktanya banyak sekali kandungan gizi yang ada pada beras merah ini salah satunya kaya akan serat. Bagi masyarakat menengah ke bawah beras merah adalah beras yang mempunyai harga jual yang mahal untuk setipa kilonya. Karenanya kita harus melengkapi asupan harian kita dengan mengimbangi makan makanan yang sehat seperti beras merah in.

Bauran Pemasaran 

Product

beras merah saat ini harus lebih ditingkatkan dalam pemasarannya, hal ini dapat kita ketahui bahwa peminat dari beras merah hanya kalangan orang menengah keatas yang mempunyai arti bahwa beras merah mempunyai harga yang relatif mahal. beras jenis ini juga mengandung antioksidan, seperti antosianin. Antosianin sendiri adalah senyawa yang memberikan warna merah atau ungu pada kol, bawang merah, dan sayuran lain yang berwarna serupa. Antosianin adalah golongan antioksidan yang kuat, sehingga mampu melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas.

Price 

Untuk harga dari beras merah organik ini relatif mahal berkisar dari 16.000 untuk tiap setengah kilonyaa. karena dari bahan alami jadi cukup mahal.

Promotion

Untuk proses promosi dilakukan di beberapa pasar dan kadang juga di jual melalui online utnuk online ini kami menggunakan bantuan ecommerce berupa shopee dan lazada. jadi selama masa pandemi ini bagi yang iningin membeli bisa membelinya di ecommerce perusahaan kami. Keunggulan produk yang kami kedepankan adalah tetap memilih bahan yang berkualitas, harga yang kami miliki relatif miring di banding pengusaha yang lain. Kami juga menyediakan kotak saran terkait produk kami agar para pembeli dapat mengungkapkan bagaimana produk kami di mata konsumen. kami juga menggunakan media sosmed untuk melakukan pengiklanan seperti instagram dan facebook

Place 

lokasi yang kami pilih untuk dijadikan homestore kami yaotu relatif dekat dengan pasar, karena menurut kami dengan keputusan tersebut setiap konsumen yang ingin untuk membeli beras merah tidak perlu jauh-jauh. dan kami juga mengirim produk kami di beberapa swalayan ternama di kota-kota besar. 

 


 poster pemasaran beras merah organik 


Analisis Daya Saing Beras Merah 

Perdagangan beras yang tipis dan ekskalasi persaingan pasar melalui pembentukan pasar tunggal di ASEAN pada akhirnya akan mempengaruhi tujuan untuk mempertahankan ketahanan pangan jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini disebabkan karakteristik dari produksi padi yang didominasi oleh petani berskala usaha kecil namun menjadi komoditas pangan yang dibutuhkan oleh banyak orang.13
Sedangkan di sisi lain perubahan preferensi konsumen akibat perubahan pendapatan kelas menengah direspon untuk mengantisipasi perkembangan permintaan beras dan substitusi komoditas lainnya seperti ubi kayu dan jagung.14
Selain itu volatilitas harga beras juga menjadi sinyal bagi produsen untuk masuk pasar dan mempengaruhi daya beli konsumen. Produksi, konsumsi, dan harga beras, baik di dalam dan luar negeri, menjadi faktor-faktor esensial yang perlu mendapat perhatian bagi pembuat kebijakan perberasan dan sekaligus ketahanan pangan. Perkembangan perdagangan beras di wilayah Asia Tenggara, baik perannya di pasar beras dunia maupun intra perdagangan Asia Tenggara, perlu dielaborasi untuk mendapatkan gambaran tentang dinamika ekspor, impor beras, serta kebijakan yang menyertainya, khususnya terkait dengan ketahanan pangan. Hal ini karena perdagangan beras menjadi salah satu komponen ketahanan pangan dari sisi ketersediaan pangan.

 


https://www.smarterhealth.id/beras-merah-amankah-untuk-dikonsumsi-setiap-hari/

Hermawan, I. (2013). Asian Nations Economy Community ( AEC ). 3. Politica, 4(2), 157–196.

 

 

Dalam sebuah penelitian, wanita yang sering makan biji-bijian memiliki risiko diabetes tipe 2, 31 persen, lebih rendah daripada mereka yang jarang makan biji-bijian. Mengganti nasi putih dengan nasi merah telah terbukti menurunkan kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Di sisi lain, konsumsi nasi putih yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beras Merah vs Beras Putih: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/12/13/100000223/beras-merah-vs-beras-putih--mana-yang-lebih-baik-untuk-kesehatan-?page=all.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Dalam sebuah penelitian, wanita yang sering makan biji-bijian memiliki risiko diabetes tipe 2, 31 persen, lebih rendah daripada mereka yang jarang makan biji-bijian. Mengganti nasi putih dengan nasi merah telah terbukti menurunkan kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Di sisi lain, konsumsi nasi putih yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beras Merah vs Beras Putih: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/12/13/100000223/beras-merah-vs-beras-putih--mana-yang-lebih-baik-untuk-kesehatan-?page=all.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Dalam sebuah penelitian, wanita yang sering makan biji-bijian memiliki risiko diabetes tipe 2, 31 persen, lebih rendah daripada mereka yang jarang makan biji-bijian. Mengganti nasi putih dengan nasi merah telah terbukti menurunkan kadar gula darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Di sisi lain, konsumsi nasi putih yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beras Merah vs Beras Putih: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/12/13/100000223/beras-merah-vs-beras-putih--mana-yang-lebih-baik-untuk-kesehatan-?page=all.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXW

Komentar

Postingan Populer